Tempat Berbagi Makalah, Karya Tulis/ Ilmiah Serta Berbagai Macam Tugas Sekolah Dari SD/SMP/SMA dan Umum

Showing posts with label Karya Tulis/Ilmiah. Show all posts
Showing posts with label Karya Tulis/Ilmiah. Show all posts

Thursday, January 29, 2015

Karya Tulis Ilmiah Manfaat Lidah Buaya (Aloe Vera)


Karya Tulis Ilmiah Manfaat Lidah Buaya (Aloe Vera)

BAB I
PENDAHULUAN
A.           LATAR BELAKANG
Lidah Buaya atau Aloe Vera yang berasal dari bahasa latin Aloe barbadensis Milleer adalah sejenis tumbuhan yang sudah dikenal sejak ribuan tahun silam dan digunakan sebagai penyubur rambut, penyembuh luka, dan untuk perawatan kulit. Tumbuhan ini dapat ditemukan dengan mudah di kawasan kering di Afrika. Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, pemanfaatan tanaman lidah buaya berkembang sebagai bahan baku industri farmasi dan kosmetika, serta sebagai bahan makanan dan minuman kesehatan.
Secara umum, lidah buaya merupakan satu dari 10 jenis tanaman terlaris di dunia yang mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai tanaman obat dan bahan baku industri. Berdasarkan hasil penelitian, tanaman ini kaya akan kandungan zat-zat seperti enzim, asam amino, mineral, vitamin, polisakarida dan komponen lain yang sangat bermanfaat bagi kesehatan.
B.            TUJUAN PENELITIAN
Tujuan dari penelitian ini yaitu salah satunya untuk mengetahui kandungan lidah buaya dan manfaat yang dimilikinya.
C.            VARIABEL  
          Variabel Tetap : Tanaman Lidah Buaya
D.      PERMASALAHAN
1.      Apa saja kandungan yang dimiliki tanaman lidah buaya ?
2.      Bagaimana manfaat tanaman lidah buaya bagi kesehatan ?
3.      Apakah tanaman lidah buaya memiliki manfaat selain untuk kesehatan ?
4.      Mengapa tanaman lidah buaya dapat memiliki banyak manfaat ?
E.      RUMUSAN MASALAH
Dari beberapa permasalahan diatas dapat dirumuskan suatu masalah yaitu Apa saja kandungan yang dimiliki tanaman lidah buaya dan apa manfaat tanaman lidah buaya ?



BAB II
PEMBAHASAN
A.            BUAYA (ALOE VERA)
Lidah Buaya atau Aloe vera merupakan sejenis tanaman berduri yang berasal dari daerah kering di benua Afrika. Tamanan Lidah Buaya ini telah dikenal dan digunakan sejak ribuan tahun yang lalu karena khasiat dan manfaatnya yang luar biasa.
Fakta sejarah yang ada menyebutkan bahwa Bangsa Mesir kuno telah mengetahui manfaat lidah buaya sebagai tanaman kesehatan sejak tahun 1500 SM. Karena manfaat lidah buaya yang begitu luar biasa, bangsa Mesir kuno menyebut tanaman lidah buaya sebagai tanaman keabadian. Tidak hanya itu, seorang dokter dari zaman Yunani kuno yang bernama Dioscordes, menyebutkan jika salah satu manfaat lidah buaya yakni memiliki khasiat untuk mengobati berbagai macam jenis penyakit.    
Selain itu, menurut Wahyono E dan Kusnandar, lidah buaya berkhasiat sebagai anti inflamasi, anti jamur, anti bakteri dan membantu proses regenerasi sel. Di samping menurunkan kadar gula dalam darah bagi penderita diabetes, mengontrol tekanan darah, menstimulasi kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit kanker, serta dapat digunakan sebagai nutrisi pendukung penyakit kanker, dan penderita HIV/AIDS. Di negara-negara Amerika, Australia, dan Eropa, saat ini lidah buaya juga telah dimanfaatkan sebagai bahan baku industri makanan dan minuman kesehatan.
B.      KANDUNGAN YANG DIMILIKI TANAMAN LIDAH BUAYA (ALOE VERA)
Salah satu zat yang terkandung dalam lidah buaya adalah aloe emodin, sebuah senyawa organik dari golongan antrokuinon yang mengaktivasi jenjang sinyal insulin seperti pencerap insulin-beta dan substrat1, fosfatidil inositol-3 kinase dan meningkatkan laju sintesis glikogen dengan menghambat glikogen sintase kinase 3beta,  sehingga sangat berguna untuk mengurangi rasio gula darah.
Menurut seorang pengamat makanan kesehatan, Dr. Freddy Wilmana, MFPM, Sp.FK, dari sekitar 200 jenis tanaman lidah buaya yang baik digunakan untuk pengobatan adalah jenis Aloevera Barbadensis miller. Lidah buaya jenis ini mengandung 72 zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Di antara 72 zat yang dibutuhkan tubuh itu terdapat 18 macam asam amino, karbohidrat, lemak, air, vitamin, mineral, enzim, hormon, dan zat golongan obat antara lain antibiotik, antiseptik, antibakteri, antikanker, antivirus, antijamur, antiinfeksi, antiperadangan, antipembengkakan, antiparkinson, antiaterosklerosis, serta antivirus yang resisten terhadap antibiotik. Selain itu Aloe vera/lidah buaya mengandung semua jenis vitamin kecuali vitamin D, dan mineral yang diperlukan untuk fungsi enzim.
C.      MANFAAT YANG DIMILIKI TANAMAN LIDAH BUAYA (ALOE VERA)
Mengingat kandungan lengkap yang dimiliki Aloevera Barbadensis miller, menurut Dr. Freddy bukan cuma berguna menjaga kesehatan, tapi juga mengatasi berbagai penyakit. Misalnya mampu menurunkan gula darah pada diabetesi yang tidak tergantung insulin, dalam waktu sepuluh hari gula darah bisa normal.
Mengandung Antioksidan, menurut Dr. Freddy, beberapa unsure herbal mineral yang terkandung dalam lidah buaya ini juga ada yang berfungsi sebagai pembentuk antioksidan alami. Misalnya vitamin C, vitamin E, dan zinc. “Bahkan hasil penelitian yang dilakukan ilmuwan asal Amerika Serikat menyebutkan bahwa dalam Aloevera barbadensis miller terdapat beberapa zat yang bisa berfungsi sebagai antioksidan,” ujarnya. Antioksidan itu berguna untuk mencegah penuaan dini, serangan jantung, dan beberapa penyakit degeneratif. Lidah buaya untuk natural herbal bersifat merangsang pertumbuhan sel baru pada kulit. Dalam lendir lidah buaya yang digunakan terkandung zat lignin yang mampu menembus dan meresap ke dalam kulit. Lendir ini akan menahan hilangnya cairan tubuh dari permukaan kulit. Hasilnya, kulit tidak cepat kering dan terlihat awet muda. Selain wasir, lidah buaya bisa mengatasi bengkak sendi pada lutut, batuk, dan luka. Lidah buaya juga membantu mengatasi sembelit atau sulit buang air besar karena lendirnya bersifat pahit dan mengandung laktasit sehingga merupakan pencahar yang baik. Sejauh ini, menurut Dr. Freddy, penelitian belum menemukan efek samping penggunaan lidah buaya. Jika ada masalah, itu hanya berupa alergi pada mereka yang belum pernah mengonsumsi lidah buaya.
Manfaat lidah buaya ternyata sangat banyak. Selama ini mungkin kita hanya mengenal lidah buaya sebagai tanaman yang tumbuh di pekarangan rumah dan jarang kita manfaatkan. Namun ternyata, dari hasil berbagai penelitian diketahui khasiat lidah buaya ternyata sangat banyak. Sejak dahulu, manfaat lidah buaya sering kali dipakai sebagai shampo untuk keramas oleh masyarakat Indonesia. Namun tahukah Anda bahwa Manfaat lidah buaya yang tumbuh di daerah tropis ini memiliki kandungan sekitar 75 jenis zat bermanfaat dan lebih dari 200 senyawa yang dapat digunakan dalam pengobatan herbal. Dengan kandungan yang demikian hebat, manfaat tanaman lidah buaya tidak hanya sebagai bahan shampo untuk keramas, namun juga bermanfaat sebagai tanaman herbal untuk mengobati berbagai macam penyakit.
Selain berguna bagi kesehatan tanaman lidah buaya atau aloe vera juga berguna untuk perawatan kulit seperti menghilangkan jerawat, melembabkan kulit, detoksifikasi kulit, penghapusan bekas luka dan tanda, mengurangi peradangan serta perbaikan dan peremajaan kulit. Serta selain itu tanaman lidah buaya atau aloe vera memiliki manfaat untuk perawatan kecantikan misalnya lignin bermanfaat untuk menjaga kelembutan kulit dan menjadikan kulit lebih cantik, glikoprotein berperan dalam menghasilkan rambut yang lembut dan indah serta antrakuinon dan asam amino yang bermanfaat dalam regenerasi sel kulit.
Namun, yang perlu diingat, menurut Dr. Freddy sifat tanaman lidah buaya hampir mirip dengan buah apel yang bila habis digigit langsung berwarna cokelat. Hal itu bisa menjadi tanda lidah buaya telah teroksidasi sehingga beberapa zat yang dikandungnya rusak.
D.           Lidah Buaya/Jadam
Aloe Vera (Ingg.), Aloe vera (Latin)) Famili: Liliaceae
Deskripsi:
·                Tanaman sukulen tahunan.  Daun berdaging tebal dan banyak mengandung lendir atau gel.  Lidah buaya dapat digunakan sebagai tanaman hias, tanaman obat, maupun minuman. Dari lebih 300 jenis Aloe, hanya tiga jenis yang diusahakan secara komersial, yaitu Aloe vera (Aloe barbadensis Miller), Aloe perryi dan Aloe ferox.  Di antara ketiga jenis Aloe tersebut, hanya jenis Aloe vera yang paling berpotensi untuk dikembangkan dalam memenuhi kebutuhan industri farmasi, pangan dan kosmetika.
Kandungan:
·                Cairan lidah buaya mengandung unsur utama, yaitu  aloin, emodin, gum dan unsur lain seperti minyak atsiri.  Senyawa-senyawa gula juga terdapat pada lidah buaya dalam bentuk mannosa, glukosa, serta sejumlah kecil silosa, arabinosa, galaktosa, ramnosa  serta enzim-enzim oksidase
Manfaat:
Produk yang dihasilkan dari lidah buaya dapat berupa shampo, pasta gigi, dan aneka macam kosmetik lainnya malahan sekarang telah dijual dalam bentuk minuman koktail.  Kegunaannya bagi kesehatan manusia antara lain untuk mengobati sakit kepala/pusing, sembelit, kejang pada anak, kurang gizi, batuk rejan, muntah darah, kencin manis, wasir, peluruh haid dan penyubur rambut.  Selain itu lidah buaya juga bermanfaat sebagai penyembuh luka dan luka bakar serta mengurangi infeksi.http://citrabagus.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif?m=1207340914g
 

BAB III
PENUTUP
A.     KESIMPULAN :
          Dari hasil penelitian diatas dapat disimpulkan :
·             Tanaman Lidah Buaya atau Aloe Vera memiliki kandungan yaitu suatu senyawa organik aloe emodin, 72 zat yang dibutuhkan tubuh, 18 macam asam amino diantaranya karbohidrat, lemak, dan air serta zat golongan dan mengandung semua jenis vitamin kecuali vitamin D, dan mineral yang diperlukan untuk fungsi enzim.
·             Tanaman Lidah Buaya atau Aloe Vera memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan juga bermanfaat bagi penyakit misalnya mampu menurunkan gula darah pada diabetesi yang tidak tergantung insulin.
·             Tanaman Lidah Buaya atau Aloe Vera juga bermanfaat bagi perawatan kulit dan perawatan kecantikan.
·             Tanaman Lidah Buaya atau Aloe Vera juga dapat digunakan untuk menyuburkan rambut.

B.      SARAN :
Dari hasil penelitian diatas kita dapat mengetahui kandungan serta manfaat yang dimiliki tanaman lidah buaya. Dengan mengetahui manfaat tanaman lidah buaya kita dapat memanfaatkannya baik untuk kesehatan, perawatan kulit, kecantikan dan lain seebagainya. Akan tetapi dalam pemanfaatannya jangan terlalu berlebihan dikarenakan sampai sekarang belum  ditemukan efek sampingnya serta harus diperhatikan karena sifat lidah buaya hampir sama dengan sifat buah apel yang cepat terkontaminasi dengan udara.



DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Lidah_Buaya
http://id.shvoong.com/medicine-and-health/1949676-tampil-cantik-dengan-lidah-buaya/
http://www.squidoo.com/manfaat-lidah-buaya
http://up2date-informasi.blogspot.com/2012/02/manfaat-tanaman-lidah-buaya-aloe-vera.html


Karya Tulis Ilmiah Budidaya Buah Durian

Karya Tulis Ilmiah Budidaya Buah Durian

BAB I
PENDAHULUAN

A.           LATAR BELAKANG MASALAH
Buah durian merupakan buah yang cukup terkenal banyak orang yang tergugah seleranya kalau mendengar nama buah durian. Buah yang berbau harum dan memiliki rasa yang khas ini sangat amat disenangi di kalangan masyarakat.
Buah yang memiliki nama latin durio zibethinus. Ini banyak sekali mengandung vitamin B,C,E dan Zat Besi. Selain itu, daging buah durian juga mengandung banyak sekali zat gizi dan diataranya : Karbohidrat, lemak, protein, serat, kalsium ( Ca ), Fosfor ( P ), Asam Folat, Magnesium ( Mg ), Potasium atau kalsium ( K ).
Ada jenis lain yang buahnya lebih kecil disebut chanee ( Kani ). Durian gajah yang berasal dari bangkok ini sering disebut dengan nama durian montong ( otong ) ini telah di lepas oleh menteri pertanian RI untuk di budidayakan di indonesia.
Selain itu juga buah durian yang sudah matang ini dapat di konsumsi sendiri atau dapat juga di olah menjadi dodol, ice cream, campuran es, bahan minuman dan lauk pauk yang disebut tempoyak.
B.            IDENTIFIKASI MASALAH
1.             Vitamin apakah yang terkandung dalam buah durian ?
2.             Zat gizi apa sajakah yang terkandung dalam daging buah duria ?
C.           RUMUSAN MASALAH
Dari identifikasi diatas dapat di rumuskan masalah sebagai berikut :
Buah durian ini sangat bermanfaat bagi kesehatan, karna buah durian mengandung vitamin B,C,E dan Zat Besi. Selain itu, daging buah durian juga mengandung banyak sekali zat gizi dan diataranya : Karbohidrat, lemak, protein, serat, kalsium ( Ca ), Fosfor ( P ), Asam Folat, Magnesium ( Mg ), Potasium atau kalsium ( K ). Tapi walaupun bermanfaat bagi tubuh buah durian tidak terlalu bagus apabila dimakan terlalu banyak karna  buah durian bersifat panas.
D.           MANFAAT PENELITIAN
Manfaat dari penelitian / penyusunan karya ilmiah INI
a.       Bagi siswa yang bersangkutan dapat mengetahui lebih lanjut lagi tentang tanaman durian monthong.
b.       Bagi teman-teman supaya dapat memberitahukan kepada pembaca tentang cara membudidayakan tanaman durian.
c.       Bagi sekolah menambah koleksi perpustakaan sekolah sehingga mempermudah para pembaca dan adik kelas dalam mencari buku.
E.            TUJUAN PENELITIAN
Tujuan dari penelitian dalam karya ilmiah ini adalah guna menambah wawasan bagi penulis khususnya dan pembaca umumnya mengenai buah durian, karna buah durian memiliki banyak manfaat tetapi banyak masyarakat yang belum mengetahuinya, ada sebuah paradigma di masyarakat kita yang mengangap buah durian dapat meningkatkan kadar kolesterol.


BAB II
PEMBAHASAN

A.           PENGERTIAN DURIAN
Durian adalah nama tumbuhan tropis yang berasal dari wilayah Asia Tenggara, sekaligus nama buahnya yang bisa dimakan. Nama ini diambil dari ciri khas kulit buahnya yang keras dan berlekuk-lekuk tajam sehingga menyerupai duri. Sebutan populernya adalah "raja dari segala buah" (King of Fruit). Durian adalah buah yang kontroversial, meskipun banyak orang yang menyukainya, namun sebagian yang lain malah muak dengan aromanya.
Sesungguhnya, tumbuhan dengan nama durian bukanlah spesies tunggal tetapi sekelompok tumbuhan dari marga Durio. Namun demikian, yang dimaksud dengan durian (tanpa imbuhan apa-apa) biasanya adalah Durio zibethinus. Jenis-jenis durian lain yang dapat dimakan dan kadangkala ditemukan di pasar tempatan di Asia Tenggara di antaranya adalah lai (D. kutejensis), kerantungan (D. oxleyanus), durian kura-kura atau kekura (D. graveolens), serta lahung (D. dulcis). Untuk selanjutnya, uraian di bawah ini mengacu kepada D. zibethinus.
B.            NAMA-NAMA LOKAL
Terdapat banyak nama lokal. Nama terbanyak ditemukan di Kalimantan, yang mengacu pada berbagai varietas dan spesies yang berbeda. Durian di Jawa dikenal sebagai duren (bahasa Jawa, bahasa Betawi) dan kadu (bahasa Sunda). Di Sumatera dikenal sebagai durian dan duren (bahasa Gayo). Di Sulawesi, orang Manado menyebutnya duriang, sementara orang Toraja duliang. Di Kota Ambon dan kepulauan Lease biasa disebut sebagai Doriang. Di Pulau Seram bagian timur disebut rulen.
C.           BOTANI
1.             Penyebaran
Pusat keanekaragaman durian adalah Pulau Kalimantan. Daerah-daerah sekitarnya juga memilki beberapa plasma nutfah durian, seperti Mindanao, Sumatera, dan Semenanjung Malaya meskipun tidak semelimpah Kalimlantan. Meskipun demikian, pengekspor utama durian adalah Thailand, yang mampu mengembangkan kultivar dengan mutu tinggi dan sistem budidaya yang baik. Tempat lain yang membudidayakan durian dengan orientasi ekspor adalah Mindanao di Filipina, Queensland di Australia, Kamboja, Laos, Vietnam, India, dan Sri Lanka.
Di Filipina, pusat penghasil durian adalah di daerah Davao di Pulau Mindanao. Festival Kadayawan merupakan perayaan tahunan untuk durian di Davao City.
2.             Pemerian morfologi
Pohon tahunan, hijau abadi (pengguguran daun tidak tergantung musim) tetapi ada saat tertentu untuk menumbuhkan daun-daun baru (periode flushing atau peronaan) yang terjadi setelah masa berbuah selesai. Tumbuh tinggi dapat mencapai ketinggian 25–50 m tergantung spesiesnya, pohon durian sering memiliki banir (akar papan). Pepagan (kulit batang) berwarna coklat kemerahan, mengelupas tak beraturan. Tajuknya rindang dan renggang.
Daun berbentuk jorong hingga lanset, 10-15(-17) cm × 3-4,5(-12,5) cm; terletak berseling; bertangkai; berpangkal lancip atau tumpul dan berujung lancip melandai; sisi atas berwarna hijau terang, sisi bawah tertutup sisik-sisik berwarna perak atau keemasan dengan bulu-bulu bintang.
Bunga (juga buahnya) muncul langsung dari batang (cauliflorous) atau cabang-cabang yang tua di bagian pangkal (proximal), berkelompok dalam karangan berisi 3-10 kuntum berbentuk tukal atau malai rata. Kuncup bunganya membulat, sekitar 2 cm diameternya, bertangkai panjang. Kelopak bunga bentuk tabung sepanjang lk. 3 cm, daun kelopak tambahan terpecah menjadi 2-3 cuping berbentuk bundar telur. Mahkota bentuk sudip, kira-kira 2× panjang kelopak, berjumlah 5 helai, keputih-putihan. Benang sarinya banyak, terbagi ke dalam 5 berkas; kepala putiknya membentuk bongkol, dengan tangkai yang berbulu. Bunga muncul dari kuncup dorman, mekar pada sore hari dan bertahan hingga beberapa hari. Pada siang hari bunga menutup. Bunga ini menyebarkan aroma wangi yang berasal dari kelenjar nektar di bagian pangkalnya untuk menarik perhatian kelelawar sebagai penyerbuk utamanya. Kajian di Malaysia pada tahun 1970-an menunjukkan bahwa penyerbuk durian adalah kelelawar Eonycteris spelaea. Penelitian tahun 1996 lebih jauh menunjukkan bahwa hewan lain, seperti burung madu Nectariniidae dan lebah turut serta dalam penyerbukan tiga kerabat durian lainnya.
Bunga durian, keluar langsung dari batang/cabang secara berkelompok
Buah durian bertipe kapsul berbentuk bulat, bulat telur hingga lonjong, dengan panjang hingga 25 cm dan diameter hingga 20 cm. Kulit buahnya tebal, permukaannya bersudut tajam ("berduri", karena itu disebut "durian", walaupun ini bukan duri dalam pengertian botani), berwarna hijau kekuning-kuningan, kecoklatan, hingga keabu-abuan.
Buah berkembang setelah pembuahan dan memerlukan 4-6 bulan untuk pemasakan. Pada masa pemasakan terjadi persaingan antarbuah pada satu kelompok, sehingga hanya satu atau beberapa buah yang akan mencapai kemasakan, dan sisanya gugur. Buah akan jatuh sendiri apabila masak. Pada umumnya berat buah durian dapat mencapai 1,5 hingga 5 kilogram, sehingga kebun durian menjadi kawasan yang berbahaya pada masa musim durian. Apabila jatuh di atas kepala seseorang, buah durian dapat menyebabkan cedera berat atau bahkan kematian.
Setiap buah memiliki lima ruang (awam menyebutnya "kamar"), yang menunjukkan banyaknya daun buah yang dimiliki. Masing-masing ruangan terisi oleh beberapa biji, biasanya tiga butir atau lebih, lonjong hingga 4 cm panjangnya, dan berwarna merah muda kecoklatan mengkilap. Biji terbungkus oleh arilus (salut biji, yang biasa disebut sebagai "daging buah" durian) berwarna putih hingga kuning terang dengan ketebalan yang bervariasi, namun pada kultivar unggul ketebalan arilus ini dapat mencapai 3 cm. Biji dengan salut biji dalam perdagangan disebut ponggè. Pemuliaan durian diarahkan untuk menghasilkan biji yang kecil dengan salut biji yang tebal, karena salut biji inilah bagian yang dimakan. Beberapa varietas unggul menghasilkan buah dengan biji yang tidak berkembang namun dengan salut biji tebal (disebut "sukun").
D.           KEANEKARAGAMAN
Varietas lokal (kiri) dan klon D101 (kanan)
Durian sangat beraneka ragam. Sebagaimana disebut di muka, beberapa spesies selain durian benar (D. zibethinus) juga dianggap sebagai durian. Di Indonesia tercatat ada 20 spesies anggota Durio (dari hampir 30-an jenis), sembilan di antaranya dapat dimakan. Durian yang benar pun memiliki banyak variasi. Lembaga penelitian di Indonesia, Malaysia, dan Thailand telah merilis berbagai kultivar durian unggul. Selain itu terdapat pula ras-ras lokal yang dikenal baik namun belum mengalami tahap seleksi untuk meningkatkan kualitasnya.
1)             Kultivar Unggul Nasional
Terdapat lebih dari 55 varietas/jenis durian budidaya. Hingga 2005 terdapat 38 kultivar unggul yang telah diseleksi dan diperbanyak secara vegetatif. Beberapa di antaranya:
  • 'Bentara', dari Kerkap, Bengkulu Utara
  • 'Bido Wonosalam', dari Jombang, Jawa Timur
  • 'Perwira', dari Simapeul, Majalengka
  • 'Petruk', dari Dukuh Randusari, Desa Tahunan, Jepara, Jawa Tengah
  • 'Soya', dari Ambon, Maluku
  • 'Sukun', bijinya kempes dengan daging tebal
  • 'Sunan', dari Boyolali
  • 'Kani' ("chanee", durian bangkok)
  • 'Otong', (alihnama dari durian "monthong", durian bangkok, di Malaysia disebut klon D159)
2)             Ras Lokal
Beberapa ras lokal belum diseleksi, sehingga masih bervariasi dan keunggulannya belum terjamin. Biasanya dinamakan sesuai lokasi geografi. Beberapa di antaranya adalah:
·                Durian parung
·                Durian lampung
·                Durian jepara
·                Durian palembang
·                Durian padang
3)             Kultivar Unggul Dari Luar Negeri
Di Malaysia, kultivar durian unggul hasil seleksi diberi kode nomor dengan huruf D di depannya. Beberapa di antaranya adalah
·                'D24'
·                'D99'
·                'D123'
·                'D145'
·                'D158'
·                'D159' (klon sama dengan varietas 'Montong').
·                'D169'
·                'MD-UR 888' (Durian Terbaik Dunia)
E.            BUDIDAYA DAN PERBANYAKAN
Durian adalah buah tropis, tumbuh di sekitar khatulistiwa hingga ketinggian 800 m dpl., serta menjauh hingga garis lintang 18° di Thailand dan Queensland.
1.             Syarat Tumbuh Dan Pemupukan
Curah hujan yang disukai sekurang-kurangnya 1500 mm, yang tersebar merata sepanjang tahun. Akan tetapi, periode kering 1-2 bulan akan merangsang perbungaan lebih baik. Musim raya buah durian biasa terjadi setelah tahun dengan musim kemarau yang berkepanjangan. Musim panen antara dapat terjadi dengan produksi buah yang biasa-biasa saja.
Tanaman ini memerlukan tanah yang dalam, ringan dan berdrainase baik. Derajat keasaman optimal adalah 6-6,5. Tanah masam, seperti latosol atau podsolik merah kuning memerlukan pengapuran agara tanaman tumbuh baik. Durian muda juga memerlukan lindungan alam, agar pohon atau cabang-cabangnya yang sarat buah tidak patah diterpa angin yang kuat. Muka air tanah tidak boleh kurang dari 150cm karena air tanah yang terlalu rendah berakibat buah kurang manis.
Pemupukan dilakukan dengan membuat parit kecil di sekeliling pohon lalu ditaburi pupuk kimia. Pupuk kandang diberikan pada waktu penanaman bibit. Pemupukan dengan kadar NPK yang sama diberikan segera setelah musim berbuah, sedangkan pemupukan dengan kadar P yang lebih tinggi diberikan setelah flushing selesai untuk mempersiapkan pembungaan.
2.             Penanaman Dan Pemeliharaan
Penanaman durian secara komersial di perkebunan dilakukan dengan jarak tanam 10 m × 10 m hingga 12 m × 12 m, tergantung dari ukuran tanaman/kultivarnya. Apabila tanaman masih kecil, tumpang sari dapat dilakukan. Pengendalian gulma juga perlu dilakukan.
Pemeliharaan mencakup pemupukan, pemangkasan (pembentukan dan peremajaan), pengairan (bila diperlukan), dan pengendalian hama dan penyakit. Tajuk durian yang baik adalah berbentuk kerucut membulat, dengan cabang utama mendatar ke samping.
3.             Perbanyakan
Perbanyakan durian di desa-desa umumnya dengan menggunakan biji. Perbanyakan dengan biji juga dilakukan untuk memperoleh batang bawah dalam perbanyakan vegetatif. Biji durian bersifat recalcitrant, hanya dapat hidup dengan kadar air tinggi (di atas 30% berat) dan tanpa perlakuan tertentu hanya sanggup bertahan seminggu sebelum akhirnya embrionya mati. Dengan demikian biji harus segera disemaikan setelah buahnya dibuka.
Pohon durian mulai berbuah setelah 4-5 tahun, namun dalam budidaya dapat dipercepat jika menggunakan bahan tanam hasil perbanyakan vegetatif. Teknik-teknik yang dipakai adalah pencangkokan (jarang dilakukan), penyusuan (jarang dilakukan), penyambungan sanding (inarching), penyambungan celah (cleft grafting), atau okulasi (budding). Teknik yang terakhir ini sekarang yang paling banyak dilakukan. Beberapa penangkar sekarang juga menerapkan penyambungan mikro (micrografting). Teknik ini dilakukan pada saat batang bawah masih berusia muda sehingga mempercepat masa tunggu. Tercatat bahwa durian hasil perbanyakan vegetatif mampu berbunga setelah 2-3 tahun. Durian juga memungkinkan diperbanyak secara in vitro (kultur jaringan).
4.             Hama dan Penyakit
Hama yang menyerang durian di antaranya adalah ulat penggerek buah (gala-gala), ulat penggerek bunga, dan kutu loncat durian (menghisap cairan daun muda).
Penyakit utama durian adalah busuk akar dan batang Pythium complectens, mati bibit (juga oleh patogen yang sama), penyakit blendok/kanker Phytophthora palmivora, dan jamur upas yang menyerang batang/cabang.
F.            KEGUNAAN
Tempoyak, durian yang diragikan
Durian terutama dipelihara orang untuk buahnya, yang umumnya dimakan (arilus atau salut bijinya) dalam keadaan segar. Salut biji ini umumnya manis dan sangat bergizi karena mengandung banyak karbohidrat, lemak, protein, dan mineral
Pada musim raya durian, buah ini dapat dihasilkan dengan berlimpah, terutama di sentra-sentra produksinya di daerah. Secara tradisional, daging buah yang berlebih-lebihan ini biasa diawetkan dengan memasaknya bersama gula menjadi dodol durian (biasa disebut lempok), atau memfermentasikannya menjadi tempoyak. Selanjutnya, tempoyak yang rasanya masam ini biasa menjadi bahan masakan seperti sambal tempoyak, atau untuk campuran memasak ikan.
Durian pun kerap diolah menjadi campuran bahan kue-kue tradisional, seperti gelamai atau jenang. Terkadang, durian dicampurkan dalam hidangan nasi pulut (ketan) bersama dengan santan. Dalam dunia masa kini, durian (atau aromanya) biasa dicampurkan dalam permen, es krim, susu, dan berbagai jenis minuman penyegar lainnya.
Bijinya bisa dimakan sebagai camilan setelah direbus atau dibakar,tau dicampurkan dalam kolak durian. Biji durian yang mentah beracun dan tak dapat dimakan karena mengandung asam lemak siklopropena (cyclopropene). Biji durian mengandung sekitar 27% amilosa. Kuncup daun (pucuk), mahkota bunga, dan buah yang muda dapat dimasak sebagai sayuran.
Durian (Durio zibethinus)
Nilai nurtrisi per 100 g (3.5 oz)
615 kJ (147 kcal)
27.09 g
3.8 g
5.33 g
1.47 g
65g
19.7 mg (33%)
436 mg (9%)
Hanya bagian yang dapat dimakan, mentah atau beku.
Brangkasan: 68% (Shell and seeds)
Sumber: USDA Nutrient database
Persentase merujuk kepada
rekomendasi Amerika Serikat untuk dewasa.
Beberapa bagian tumbuhan kadang-kadang dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional. Akarnya dimanfaatkan sebagai obat demam. Daunnya, dicampur dengan jeringau (Acorus calamus), digunakan untuk menyembuhkan cantengan (infeksi pada kuku). Kulit buahnya untuk mengobati ruam pada kulit (sakit kurap) dan susah buang air besar (sembelit). Kulit buah ini pun biasa dibakar dan abunya digunakan dalam ramuan untuk melancarkan haid dan menggugurkan kandungan. Abu dan air rendaman abu ini juga digunakan sebagai campuran pewarna tradisional.
Beberapa masyarakat di Jawa menggunakan kulit durian yang telah dimakan sebagai pengusir (repellent) nyamuk dengan meletakkannya di sudut ruangan.
Kayu gubalnya berwarna putih dan terasnya kemerah-merahan. Ringan, namun tidak begitu awet dan mudah diserang rayap. Biasa digunakan sebagai perabot rumah, peti-peti pengemas, dan bahan konstruksi ringan di bawah atap, asalkan tidak bersentuhan dengan tanah.
1.             Nilai gizi
Setiap 100 g salut biji mengandung 67 g air, 28,3 g karbohidrat, 2,5 g lemak, 2,5 g protein, 1,4 g serat; serta memiliki nilai energi sebesar 520 kJ. Durian juga banyak mengandung vitamin B1, vitamin B2, dan vitamin C; serta kalium, kalsium dan fosfor


BAB  III
PENUTUP

A.           KESIMPULAN
Mudah-mudahan dengan adanya karya ilmiah ini bermanfaat bagi pembaca dengan demikian siswa diharapkan akan tumbuh rasa cinta terhadap tumbuh-tumbuhan yang selanjutnya akan menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan.
B.            SARAN
Saya berharap karya ilmiah ini selain dapat bermanfaat semoga ini akan menjadi alternatif yang baik bagi para pembaca untuk dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.


DAFTAR PUSTAKA

Andoko, Agus. 1998, Durian genjah penghias halaman rumahku harian suara karya
Baga kaiie, moechd,1984, kebunku buah-buahanku, jakarta indra pres
Syarifudin,2008, Tanaman Unggulan Jakarta : PT Cipta Widya Swara.
Brotur, 2005. Macam Hama Tanaman Durian. Jakarta : Ghalia Indonesia.

Popular Posts

Categories

Pages

Blog Archive

Visitor