Tempat Berbagi Makalah, Karya Tulis/ Ilmiah Serta Berbagai Macam Tugas Sekolah Dari SD/SMP/SMA dan Umum

Friday, August 8, 2014

PIDATO 10 PROGRAM POKOK PKK


Assalamu ‘Alaikum Wr. Wb.
Selamat Pagi Ibu…?  Apa pagi hari ini ibu-ibu masih semangat..? masih ….? Jika ibu-ibu masih semangat, tentunya saya lebih semangat lagi.
Bapak ibu sekalian,
Sebelumnyaperkenalkan nama saya ibu suparmi dari kabupaten sarolangun. Yang mana pada hari ini bertugas memberikan penyuluhan tentang PHBS. PHBS itu Apa …? Yaitu sekumpulan perilaku kesehatan yang dilakukan atas dasar kesadaran diri, sehingga menolong dirinya di bidang kesehatan dan seperti yang sudah saya bagikan kepada ibu-ibu semua, itu adalah kesepuluh indikator PHBS. Sebenarnya alat peraga ini sangat sederhana  ya bu, hanya terbuat dari kardus bekas dan tusuk sate, tapi dari barang bekas tersebut, kita bisa mengambil manfaatnya untuk berbagi ilmu tentang 10 indikator PHBS.
Tolong Bapak ibu yang memegan No 1 Sebutkan
1.    Persalinan oleh bidan
2.    Memberi ASI ekslusif
3.    Menimbang Balita setiap bulan
4.    Menggunakan air bersih
5.    Mencuci tangan dengan air dan sabun
6.    Menggunakan jamban sehat
7.    Memberantas jentik setiap minggu
8.    Makan buah dan sayuran
9.    Aktivitas fisik sehari-hari
10. Tidak merokok di dalam rumah.
BERSALIN DENGAN BIDAN
Bapak / ibu sekalian, mengapa persalinan harus di tolong oleh tenaga kesehatan? Karna tenaga kesahatan adalah orang yang sudah ahli dalam membantu persalinan. Sehingga keselamatan ibu dan bayi lebih terjamin. Selain itu, apabila terdapat kelainan pada persalinan, dapat seger di rujuk kerumah sakit atau puskesmas terdekat. Persalinan oleh tenaga kesehatan juga lebih steril bu, karna menggunakan alat yang aman. Dan terjaga kebersihanya.
Pemerintah sedang mengalakan GSI, atau Gerakan Sayang Ibu dimana gerakan itu bertujuan untuk mengurangi angka kematian pada bayi dan ibu melahirkan.
Karna menurut penelitian, indonesia adalah peringkat 10 besar diamana banyak kejadian  bayi dan ibu melahirkan meninggal. Itu sungguh bukanlah merupakan suatu prestasi yang membanggakan maka dari itu, hendaklah kita bersama-sama bergandeng tangan untuk selalu mengingatkan ibu-ibu hamil agar memiliki no handphone bidan desa, kenapa no handphone? Karna dengan memiliki no handphone tenaga kesehatan, para ibu hamil akan mudah dalam menjalin komunikasi bahkan pada saat terpenting dalam melakukan persalinan no handphone bidan lah yang harus pertama kali di hubungi.
Bapak ibu sekalian, bagi ibu yang sudah pernah melahirkan tentu sudah hafal betul bagaimana  itu tanda-tanda persalinan.
-          Ada mulas, rahim kencang bila di raba
-          Keluar lendir bercampur darah, Ketuban
-          Dan yang pasti, sebentar bentar terasa ingin buang air besar.
Nah, bila salah satu tanda itu sudah ada, maka bapak siaga harus segera mengambil handphone, dan menghubungi bidan terdekat, mintalah sang istri untuk tetap tenang dan tidak panik. Suruhlah sang istri untuk tarik nafas dari hidung dan keluarkan lewat mulut. Tarik nafas dan buang nafas, itu dapat mengurangi rasa sakit yang memang umum di rasakan setiap istri sebelum dia menjadi ibu.\
Dan bahaya persalinan yang perlu di waspadai adalah
-          Bayi tidak lahir dalam 12 jam sejak terasa mulas
-          Pendarahan sebelum melahirkan
-          Sang ibu tidak kuat mengejan
-          Sang ibu mengalami kejang
-          Bocor air ketuban
-          Ketuban bau dan keruh
-          Ari-ari tidak keluar
Nah, jika salah satu tanda berbahaya itu ada pada ibu bersalin, maka biarlah penangananya kita serahkan kepada orang yang sudah ahli, yaitu bidan ataupun dokter.
Dan sebagai pesan bermakna, Allah begitu sempurna menciptakan manusia yang dengan segala ke agunganya, mampu membuat dunia penuh dengan canda tawa seorang bayi, karna pelu ibu bapak ketahui, bersamaan dengan lahirnya seorang bayi, Allah juga melahirkan seorang ibu.
Bapak ibu sekalian, kiranya sudah mengerti apa-apa yang sudah saya jelaskan ? jika ada yang belum mengerti, saya memberikan kesempatan kepada hadirin untuk bertanya.
Baik jika tidak ada pertanyaan, saya sangat berharap bahwa ibu. Bapak sudah mengerti. Dan saya berpesan, agar apa-apa yang sudah saya jelaskan, bisa kiranya disampaikan lagi kepada orang lain yang tidak bisa hadir di ruangan ini. Agar ilmu bermanfaat ini, benar-benar berjalan seperti apa yang semua kita harapkan, dan mari ibu-ibu kita rangkum 10 indikator PHBS tersebut dengan sebuah nyanyian  =……….
Pantun :
Paling Enak Minum ES
Apalagi di siang hari
Mari mulai berPHBS
Dimulai dari kita sendiri
Setuju ibu? Setuju ? Luar biasa……
Akhir salam wallahum muwafiq ila aqwamitoriq wassalamu’alaikum wr.wb

















MENIMBANG BALITA SETIAP BULAN
Bapak ibu sekalian, dengan menimbang balita setiap bulan kita sebagai ibu bisa memantau pertumbuhan balita, kita bisa mengetahui apakah si anak naik/turun berat badannya. Karena dengan bertambahnya umur balita, maka bertambah pula berat badanya. Pun dengan berangkat ke posyandu banyak manfaat penting lainya.
-          Kita bisa mengetahui kegiatan-kegiatan apa saja yang sedang ada di posyandu ( mungkin lomba balita atau bumil sehat )
-          Kita bisa bersosialisasi degan ibu-ibu lainya ( mungkin bumil/ ibu baru melahirka)
-          Kita bisa mengetahui tumbuh kembang anak
-          Kita bisa bertanya langsung kepada petugas kesehatan tentang apa-apa yang jadi keluhan kita ( mungkin ibu hamil yang tidak nafsu makan, atau balita yang sedang demam)
Intinya bu, lakukanlah penimbangan secara rutin, setiap bulan sekali, ibu/bapak tahu? Yang sering menimbang balitanya setiap bulan.tentu akan lebih cepat mendapatkan penerangan bila terjadi sesuatu pada balitanya. Misalnya 3 bulan berturut-turut balita ibu tidak mengalami kenaikan berat badan, tentu itu berarti ada sesuatu yang salah pada balita ibu. Bisa saja balita ibu terindikasi gizi buruk.
Bapak ibu, jika sudah mendengar gizi buruk tentu kita ngeri di buatnya terbayang di benak kita, penderita gizi buruk itu perutnya buncit, rambut kusam dan mudah di cabut, tampak kurus, wajah seperti orang tua, otot lengan dan tungkai keriput. Aduh ibu!!! Minta-mintalah dengan tuhan supaya kita terhindar dari hal itu. Tapi selain berdo’a kita juga harus melakukan pencegahan dini. Caranya ? bawa balita ibu ke posyandu bawa buku KIA nya, apakah balita ibu berat badanya mengikuti garis hijau, atau mengikuti garis kuning, atau malah mengikuti garis merah. Tanyakan ke kader posyandunya, apakah berat badan balita ibu memenuhi standar yang di tetapkan pemerintah. Karena menurut pengalaman sebagai kader ibu, jika balita ibu mengalami kenaikan berat badan 1 ons, maka ibu sudah senang bukan main, pikir ibu, tidak sia-sia perjuangan menyuapi si kecil. Padahal ibu salah, di buku KIA ada standar dimana balita sudah di tentukan berapa ons setiap bulannya harus mengalami kenaikan berat badan.
Jadi….. usahakan ibu menuruti standar itu, jika standarnya 8 ons, maka ibu harus mencapai target itu jika tidak tercapai berarti usaha ibu masih kurang maksimal, nah. Jika sudah berhasil ucapkan alhamdulillah berarti ibu sudah sukses menjadi pendekar bagi balitanya.
Kalau balitanya gemuk, sehat, lincah dan lucu tentu suatu kebanggan tersendiri setiap orang mencubit pipinya. Setiap orang memuji badannya yang selalu naik berat badanya, tentu itu adalah suatu penghargaan kecil tetapi sarat nilai.
Akhirnya bapak ibu jangan abaikan penimbangan balita setiap bulan, sempatkan waktu sebentar saja untuk mengetahui tumbuh kembang anak dengan harapan anak kita bisa terus sehat, sehat dan sehat.
MEMBERANTAS JENTIK SETIAP MINGGU
Ibu/bapak sekalian……..
Ada 3 M plus yang harus kita lakukan agar rumah terbebas dari jentik nyamuk :
-          Menguras, Menguras tempat penampuangan air seperti bak mandi, tatakan kulkas, dan tempat air minum burung. Ibu, saya percaya kalau ibu tidak pernah lupa untuk selalu membuang air yang ada  dalam tatakan kulkas. Karna mungkin agak susah di copot, bukan berarti ibu harus membiarkan sampai menjadi tempar perkembanga biakan jentik nyamuk.
-          Yang kedua bu, menutup rapat-rapat tempat penampungan air.
-          Yang ketiga mengubur barang-barang bekas yang dapat menampung air seperti ban bekas, kaleng bekas, plastik yang di buang sembarangan juga gelas aqua atau teh gelas.
Plusnya bu ?
Menghindari gigitan nyamuk dengan
-          Menggunakan kelambu ketika tidur
-          Memakai obat anti nyamuk seperti obat nyamuk bakar, semprot ataupun yang oles.
-          Jauhkan kebiasaan mengantung pakaiaan dalam kamar
-          Upayakan cahaya matahari bisa masuk melalui ventilasi agar udara tidak lembab
-          Memperbaiki talang air yang rusak
-          Menaburkan bubuk pembunuh jentik
-          Yang paling saya  sukai, saya memelihara ikan nila di dalam bak penampung air, agar ikan memakan jentik nyamuk
-          Kemudian bagian yang juga saya sukai, saya punya bunga rosemary yang efektif untuk mengusir nyamuk.
Saya pernah memperhatikan bunga rosemary dan geranium memang tidak pernah di dekati nyamuk atas inisiatif tersebut, maka saya menanam beberapa pot bunga, saya tempatkan di teras depan 1 pot, teras samping 1 pot, ruang keluarga 1 pot, juga dalam kamar 1 pot. Hasilnya??? Ibu-ibu mau tahu? Mau ? mau tau banget atau mau tau aja????
Ya minimal kita sudah melakukan cara alami, minimal nyamuk tidak begitu banyak berkoor koar di telinga kita, minimal kita sudah mengupayakan yang terbaik bagi keluarga. Minimal kita sudah berusaha membuat suasana belajar anak-anak kita menjadi lebih nyaman, dengan mengurangi populasi  nyamuk, juga dengan memutus tali rantai perkembangan jentik nyamuk.
Nyamuk itu kecil bu, tapi merupakan hewan paling ganas di seluruh dunia, dengan gigitanya, kita bisa terkena demam berdarah, malaria, cikungunya, atau malah kaki gajah.
Ingat bu, sebelum saya kembali ke tempat duduk saya, selalu untuk melakukan bersih-bersih rumah seminggu sekali, bisa menerapkan jum’at bersih, ataupun minggu ceria, agar rumah kita terbebas dari perkembangbiakan jentik nyamuk.



JAMBAN SEHAT, CERMINAN RUMAH SEHAT
Bapak /ibu sekalian, jamban adalah fasilitas pembuangan kotoran manusia, yang dikenal selama ini ada dua jenis, yaitu jamban leher angsa untuk daerah padat penduduk tapi cukup air. Contohnya adalah daerah perkotaan seperti tempat kita. Dan yang kedua adalah jamban cemplung untuk daerah yang sulit air. Kita harus ya bu menggunakan jamban sehat ? harus ibu, karena dengan menggunakan jamban sehat kita menjaga lingkungan agar tetap bersih dan tidak berbau. Tidak mencari sumber air yang berada di sekitar dan yang paling penting adalah tidak mengundang datangnya lalat atau serangga lain seperti kecoa yang dapat menularkan penyakit berbahaya.
Terkadang bu, kita sudah memakai jamban sehatpun lalat masih banyak berjoget ria di rumah kita. Apalagi kalo kita tidak memakai konsep jamban sehat.?? Akan berapa banyak serangga penyebar penyakit yang siap menyerang kita dan anggota keluarga.
Ketika ibu henda membuat jamban mungkin bagi pasangan yang baru mau bikin rumah. Ada banyak hal yang harus di perhatikan tentang syarat-syarat jamban sehat.
-          Jamban tidak mencemari sumber air minum
-          Jarak antara sumber air dan jamban minimal 10 m lebih jauh lebih bagus tapi intinya tidak kurang 10 M
-          Mudah di bersihkan
-          Aman digunakan  ( untuk jamban cemplung, selalu pastikan bahwa bahan bangunan jamban tidak lapuk )
-          Dilengkapi dinding dan atap pelindung
-          Cukup penerangan
-          Ada ventilasi
-          Dan yang selalu ada di jamban adalah air, sabun dan alat pembersih misalnya sikat untuk kamar mandi.
Bapak ibu, jika suatu saat ibu numpang ke kamar mandi seseorang, lihatlah bagaimana konidi jambannya. Apakah jambanya jorok, kotor dan bau ? atau jambanya bersih, mengkilat, dan harum ?
Dengan sendirinya, jika kita menemukan kamar mandi atau jamban yang jau dari kata bersih, maka otomatis kita tidak jadi melakukan hajat. Maaf bisa BAB atau hajat kecil atau sekedar numpang wudhu.
Tapi jika jambannya bersih, aromanya tak mengangu pernafasan, juga membuat nyaman, alhasil kita akan langsung menilai bahwa penghuni rumah tersebut mengerti betapa pentingnya sebuah jamban bersih dan sehat itu.
Mari ibu-ibu, seperti layaknya ruang tamu, jamban juga merupakan bagian penting dalam sebuah rumah bagian penting dalam sebuah kebutuhan yang bersih dan sehat.

KARYA ILMIAH UNIVERSITAS TERBUKA Judul : BAB V MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF KHUSUSNYA BERHITUNG ANAK KELOMPOK B MELALUI METODE KARYAWISATA DI TAMAN KANAK KANAK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL III SINGKUT SAROLANGUN

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A.    Kesimpulan
Pada siklus I dilaksanakan dengan metode karyawisata secara kelompok besar kemampuan berhitung anak mencapai 40% sedangkan pada siklus II dilaksanakan dengan metode karyawisata secara kelompok kecil kemampuan berhitung anak meningkat mencapai 80%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode karyawisata mampu meningkatkan kemampuan kognitif khususnya berhitung anak kelompok B TK Aisyiyah Bustanul Athfal III Singkut Sarolangun.

B.    Saran
Untuk semua guru pendidik anak usia dini diharapkan mengikuti aturan penggunaan metode dan strategi yang tepat. Karena dengan metode yang tepat akan mencapai tujuan atau hasil belajar yang maksimal. Oleh sebab itu gunakan metode karyawisata sebagai metode untuk meningkatkan kemampuan kognitif khusunya berhitung pada anak usia dini.

DAFTAR PUSTAKA

Aisyah, Siti.dkk.(2012). Perkembangan dan Konsep Dasar Pengembangan Anak Usia Dini. Jakarta: Universitas Terbuka.

Asmawati, Luluk.dkk.(2013). Pengelolaan Kegiatan Pengembangan Anak Usia Dini.Jakarta: Universitas Terbuka.

Gunarti, Winda.dkk.(2012). Metode Pengembangan Perilaku dan Kemampuan Dasar Anak Usia Dini. Jakarta: Universitas Terbuka.

Hidayani, Rini.dkk.(2008).Psikologi perkembangan anak. Jakarta: Universitas Terbuka

Masitoh, dkk. (2009). Strategi Pembelajaran TK. Jakarta: Universitas Terbuka.

Musfiroh, Tadkiroatun. (2012). Pengembangan Kecerdasan Majmuk. Jakarta: Universitas Terbuka.

Nugraha, Ali.dkk.(2008).Metode Pengembangan Sosial Emosional.Jakarta: Universitas Terbuka.

Sujiono, Yuliani Nuraini.dkk.(2009). Metode Pengembangan Kognitif. Jakarta: Universitas Terbuka.

Wijana, Widarmi D.dkk. (2013) . Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini . Jakarta: Universitas Terbuka.

Zaman, Badru.dkk.(2009).Media dan Sumber Belajar TK.Jakarta: Universitas Terbuka.

Wednesday, August 6, 2014

LINGKUNGAN BERSIH DAN SEHAT

Lingkungan yang bersih itu seperti apa bu ? yaitu lingkungan yang tidak ada lagi pencemaran, baik pencemaran air, udara, maupun tanah. Lingkungan asri yang membuat siapa pun nyaman hidup di dalamnya. Dan lingkungan yang bersih itu akan menghasilkan keluarga yang sehat.keluarga yang tidak mudah sakit, keluarga yang akan menghasilkan generasi penerus bangsa yang tahan banting, yang siap menghadapi arus globalisasi.
Bapak/ibu hadirin sekalian, agar yang diatas tadi dapat kita wujudkan, kita mengenal 5 Pilar LBS. ada yang masih ingat bu? Atau ada yang lupa tapi perlu di ingatkan ? iya…? Baik kita urai yang pertama.

1.      STOP BUANG AIR BESAR SEMBARANGAN
Saya mengambarkan hal ini dengan jari kelingking. Karna menandakan hal yang buruk , mulai dari anak kita balita, kita ajarkan dia untuk PUP di kamar mandi. Biasakan dia dengan hal yang baik, beri dia pengertian bahwa BAB di sembarang  tempat  adalah hal yang jorok, tindakan yang tidak baik, mungkin awalnya dia susah, tapi kalau hal itu sudah menjadi kebiasaan , bukan tidak mungkin, dia tidak akan BAB kalau tidak di jamban. Itulah ibu, balita saja harus di ajari, bagaimana kita yang dewasa ? ayo ibu, jagalah lingkungan kita, dengan menjaga dan memeliharanya sudah tidak ada lagi orang yang BAB sembarangan, sudah ada jamban, tempat kita buang hajar, hilangkan kebiasaan BAB disungai ………. Itu pencemaran air ibu.

2.      AYO CTPS
Tangan kotor adalah sumber penyakit, setelah kita memegang binatang, lalu kita hanya menyiram tangan kita dengan air, lalu kita makan. Tidak menutup kemungkinan ibu akan terkena diare. Atau lebih bahaya jika ibu memegang unggas yang terifeksi Flu Burung, maka secara otomatis, ibu juga akan terkena penyakit flu burung…ibu. Di dalam sabun ada zat yang bernama antiseptik yang berfungsi sebagai pembunuh kuman nah. Ketika tangan kita hendak memegang bayi yang masih rentan terehadap penyakit. Di haruskan kita harus cuci tangan pakai sabun. Ibu masih ingat 6 waktu penting cuci tangan. Ayo ibu yang baju biru, tolong sebutkan ! Iya, Sebelahnya. Lagi sebelahnya . baik terima kasih ibu-ibu sekarang hebring pisan euy. Pinter-pinter!!!!

3.      RESAPKAN AIR KOTOR
Air kotor itu apa ibu ? iya. Limbah. Air kotor dari rumah tangga adalah air bekas cuci piring, cuci baju, mandi dll. Nah air yang seperti itu harus kita buatkan resapanya, berbeda degan septiktank kotoran manusia. Lebih sederhanya dalam rumah tangga di wajibkan punya 2 septiktank 1 untuk kotoran BAB, 1 nya lagi untuk air limbah. Tidak boleh di campur ibu keep smile, karna air limbah itu, banyak sekali kandungan zat antiseptiknya dari sabun. Kalau kita campur jadilah jamban leher angsa ibu cepat penuh, kenapa ? kenapa eh kenapa septik tanknya penuh? Karena eh karena zat pengurai yang ada dalam kotoran manusia.mati karna terkena antiseptiknya. Mengerti ibu ? bagi ibu-ibu yang masih mencampurkan antara septik tank kotoran dan limbahnya, pulang dari sini segera lapor kesuami. Pah saptik tank kita salah. Ibu suparmi dari kab sarolangun yang bilang begitu, ayuh pak kita renovasi. Kalau papah gak mau siap-siap, papah mengalami kejadian buruk, yaitu septik tanknya membludak.

4.      OLAH DULU AIR MINUMNYA
Bila di rebus cara tradisonal yang masih efektif untuk membunuh kuman-kuman kalau mau simple nya, pakai saringan air di toko-toko elektronik sekarang sudah banyak saringan air, tapi selektiflah kalu memilih produk yang benar-benar sudah ada SNInya, kalau air sudah di olah di jamin kita tidak terkena diare kalau mengkonsumsinya.atau yang lebih praktis….. dor !!! kaget ya bu ? yang lebih praktis beli di depot air minum, tapi tanyakan dulu ke pemilik depotnya, surat izin usahaya dari dinkes, sekarang tuntutan zaman banyak sekali yang dilakukan oleh para pengusaha nah… lagi-lagi ibulah sebagai kepala dinas kesehatan dalam rumah tangga, harus lebih selektif lagi dalam menjaga kesehatan anak dan suami, ingat bu, olah dulu air minumnya baru kita bisa mengkonsumsinya.

5.      PILAH SAMPAH
Dengan menyediakan 2 tempat sampah di dapur. 1 untuk sampah organik yang bisa kita jadikan pupuk. Dan 1 nya untuk sampah non organik. Begini ibu. Kita bisa berbagi pengalaman. Saya kalau ada sampah organik, saya potong “kecil” kemudian saya letakkan dalam pot bunga, hasilnya, sampahya membusuk bunga saya dapat pupuk sampah saya tidak menumpuk menimbulkan pencemaran udara, dapat keuntungan lagi. Tidak keluar uang untuk beli pupu buat bunga-bunga saya. Kalau sampah non organik….ini bu saya di rumah mempunyai kegaitan sampingan recycle/ daur ulang dari botol bekas teh gelas, saya merangkainya menjadi sebuah tas. Cantik kan bu ? siapa sangka ini dari sampah di pinggir jalan. Di desa saya. Sekarang tak ada sampah teh gelas  karna para murid SD rajin memunggutnya untuk dijadikan tas karna saya mengajari mereka daur ulang.
Inilah ibu 5 pilar LBS. ayo ibu, di rangkum bersama-sama :
-          Klingking jangan BAB Sembarangan
-          Ayo Manis, Cuci tangan pake sabun
-          Telunjuk olah dulu air minum
-          Paling hebat pilah sampah

Itulah 5 pilar LBS, semua hidup sehat 2x

KARYA ILMIAH BAB IV ( bagian 2 ) MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF KHUSUSNYA BERHITUNG ANAK KELOMPOK B MELALUI METODE KARYAWISATA DI TAMAN KANAK KANAK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL III SINGKUT SAROLANGUN

2.       Hasil Pengamatan Siklus II
Untuk skenario perbaikan pada siklus II dengan lima RKH pada tanggal 10 Maret sampai 14 Maret 2014 dengan tema Air, Udara, dan Api akan dilakukan perbaikan meningkatkan kemampuan berhitung anak melalui, metode karyawisata adalah sebagai berikut :
a.       Senin, 10 Maret 2014
Langkah Pembelajaran
1.      Kegiatan Awal + 30 Menit
a.       Bercerita tentang udara
b.       Tanya Jawab Tentang “Udara”
2.      Kegiatan inti + 60 Menit
a.       Mengelompokkan balon sesuai dengan warnanya
b.       membilang balon yang warnanya sama.
3.      Kegiatan Akhir + 30 Menit
a.       Bernyanyi “Selamat Siang”
b.       Mengulang Kegiatan Hari ini
c.       berdo’a Pulang
Sarana dan alat yang digunakan
1.      Balon
Langkah-langkah perbaikan
1.      Kegiatan perbaikan
Dalam kegiatan ini anak akan melakukan kegiatan mengelompokkan balon sesuai warna
a.       Guru memberi contoh cara mengelompokkan balon
                            b.       Guru Menerangkan warna-warna apa saja saat itu
                            c.       Guru Mencontohkan balon merah sama merah, kuning sama kuning dan lain sebagainya.
2.      Kegiatan Pengembangan
kegiatan anak dalam mengelompokkan balon sangat menyenangkan oleh sebab itu anak melanjutkan dengan kegiatan membilang balin yang warnanya sama.
Langkah-langkah perbaikan
a.       Guru mempersiapkan beberapa balon berwarna
b.       Guru Mengajarkan cara menghitung balon yang sama
Hasil Refleksi
a.       kegiatan Mengelompokkan balon sudah berjalan sebagaimana mestinya. Sehingga tidak perlu di ulang kembali
                   b.      kegiatan inti yang kedua yaitu membilang balon yang warnanya sama dan menjumlahkan masih belum mencapai tujuan yang maksimal, sehingga perlu di tingkatkan kembali.
b.       Selasa, 11 Maret 2014
Langkah Pembelajaran
1.      Kegiatan Awal + 30 Menit
a.       Meloncar dari ketinggian 30 cM
b.       Mentaati aturan meloncat
2.      Kegiatan inti + 60 Menit
a.       Membilang gambar balon udara
b.       menghubungkan gambar bola dengan angka yang sesuai
3.      Kegiatan Akhir + 30 Menit
a.       Bernyanyi “Selamat Siang”
b.       Mengulang Kegiatan Hari ini
c.       berdo’a Pulang
Sarana dan alat yang digunakan
1.      gambar Balon Udara
2.      Pensil
3.      Gambar bola dan angka-angka
Langkah-langkah perbaikan
1.      Kegiatan perbaikan
kegiatan anak dalam permainan membilang gambar balon udara, berjalan dengan baik, maka anak akan bermain membilang gambar balon dengan langkah-langkah :
a.       Guru Mempersiapkan gambar-gambar balon udara
                            b.       Guru mencontohkan kepada anak  bagaimana menghitungnya
                            c.       dengan pelan-pelan anak di bimbing untuk mengikuti dan menirukan menghitungan.
2.      Kegiatan Pengembangan
Kegiatan anak dalam membilang gambar balon udara dapat berjalan dengan lancar maka dilanjutkan dengan kegiatan kedua yaitu menghubungkan gambar bola dengan anka yang sesuai.
Langkah-langkah perbaikan
a.       Guru Mencontohkan cara menghubungkan gambar dengan angka
b.       Tunjukkan kepada anak gambar dan angka-angka
c.       Guru mencotohkan menghubungkan gambar bola 2 berarti angkanya 2.
Hasil Refleksi
a.       Dari kegiatan yaitu bermain menghitung gambar balon udara berjalan dengan baik, sehingga tidak perlu di ulang kembali.
                   b.      Kegiatan kedua menghubungkan gambar dengan bola yang sesuai belum mencapai tujuan maksimal, sehingga perlu di ulang kembali.
c.       Rabu, 12 Maret 2014
Langkah Pembelajaran
1.      Kegiatan Awal + 30 Menit
a.       Berjalan dengan berjinjit
2.      Kegiatan inti + 60 Menit
a.       Membuat pohon tertiup angin
b.       Membuat gambar layang-layang
c.       Membilang gambar layang-layang
3.      Kegiatan Akhir + 30 Menit
a.       Mengulang Kegiatan Hari ini .         
b.       berdo’a Pulang
Sarana dan alat yang digunakan
1.      Pensil
2.      kertas Gambar
3.      Crayon
Langkah-langkah perbaikan
1.      Kegiatan perbaikan
kegiatan anak dalam menirukan atau membuat gambar pohon tertiup angin belum berjalan lancar, maka perlu perbaikan dengan langkah-langkah :
a.       Anak diajak melihat pohon bergoyang di tiup angin
                            b.       informasikan cara membuatnya
                            c.       Beri terus motivasi bagaimanapun hasilnya
                            d.      Ajaklah mewarnai gambar tersebut.
2.      Kegiatan Pengembangan
Kegiatan anak membuat gambar layang-layang masih ada yang belum bisa, oleh Karena itu perlu di perbaiki dengan langkah-langkah :
Langkah-langkah perbaikan
a.       Perlihatkan kepada anak gambar-layang-layang
b.       Suruh anak menirukan
c.       Buat garis-garis pinggirnya
Hasil Refleksi
a.       Kegiatan membuat gambar tertiup angin belum mencapai tujuan maksimal, sehingga perlu di perbaiki kembali
                   b.      Kegiatan membuat layang-layang masih banyak yang belum mampu, dan perlu di ulang kembali
                   c.       Kegiatn membilang gambar layang-layang dapat berjalan dengan baik sehingga tidak perlu di ulang kembali.
d.      Kamis, 13 Maret 2014
Langkah Pembelajaran
1.      Kegiatan Awal + 30 Menit
a.       Berjalan maju pada garis lurus
2.      Kegiatan inti + 60 Menit
a.       Menghitung batang korak api
b.       Menunjukkan lambang bilangan 1-5 pada gambar obor
3.      Kegiatan Akhir + 30 Menit
a.       Mengulang Kegiatan Hari ini .         
b.       berdo’a Pulang
Sarana dan alat yang digunakan
1.      Batang-batang Korek Api
2.      Gambar Obor
3.      Angka 1-15
4.      Pensil
Langkah-langkah perbaikan
1.      Kegiatan perbaikan
Kegiatan anak dalam menghitung batang korek api sudah banyak anak yang mampu mengikuti, maka pada kegiatan ini akan dilakukan langkah-langkah perbaikan:
a.       Guru Memberi contoh cara menghitung benda
                            b.       Bimbing Secara berkelompok
                            c.       berikan kesempatan pada anak yang belum memahami hitung
2.      Kegiatan Pengembangan
Kegiatan Anak menunjuk lambang bilangan 1-5 pada gambar obor sudah banyak anak yang mampu maka anak bermain menunjuk lambang bilangan  1-5 pada gambar obor dengan langkah-langkah perbaikan :
a.       Guru Memperlihatkan angka 1-5 dan gambar obor
b.       Tunjukkan angka 1 berarti obornya 1 dan seterusnya
c.       Bimbing Anak Secara Berkelompo
Hasil Refleksi
a.       Kegiatan ini Pada SKH ini yaitu pertama menghitung batang korek api dapat mencapai tujuan pembelajaran secara maksimal sehingga tidak perlu di ulang kembali
                   b.      Kegiatan inti kedua juga sesuai tujuan pembelajaran.


e.       Jum’at, 14 Maret 2014
Langkah Pembelajaran
1.      Kegiatan Awal + 30 Menit
a.       Bergerak dengan irama lagu “Potong Bebek Angsa”
2.      Kegiatan inti + 60 Menit
a.       Menghubungkan gambar obor dengan tulisan obor
b.       Mengukur Panjang Buku dengan Batang Korek Api
c.       Meniru Lambang Bilangan 1-8 dengan gambar tungku api
3.      Kegiatan Akhir + 30 Menit
a.       Mengulang Kegiatan Hari ini .         
b.       berdo’a Pulang
Sarana dan alat yang digunakan
1.      Pensil
2.      Gambar Obor
3.      Tulisan Obor
4.      Batang Korek Api
5.      Gambar Tungku Api
Langkah-langkah perbaikan
1.      Kegiatan perbaikan
Kegiatan menghubungkan gambar obor dengan tulisan obor anak sudah banyak yang mampu, maka akan dilakukan kegiatan ini dengan langkah-langkah perbaikan:
a.       Guru menginformasikan kepada anak bagaimana mengerjakanya
                            b.       Bimbing Secara berkelompok
                            c.       Pastikan anak sudah berkonsentrasi pada kegiatan main
2.      Kegiatan Pengembangan
Kegiatan Anak dalam mengukur panjang buku dengan korek api sudah berjalan baik. Anak sudah banyak yang mampu hanya kegiatan meniru lambang bilangan 1-8 dengan gambar tangkai korek api masih perlu perbaikan maka akan dilakukan langkah-langkah perbaikan :
a.       Bimbing anak mengenal lambang bilangn 1-10
b.       Guru Menunjukkan Angka 1 dengan tankai korek api1 dan seterusnya
c.       berikan pada anak kesempatan jika ada yang belum paham.
Hasil Refleksi
a.       Dari Kegiatan inti Pada SKH ini anak sudah mampu mengikuti kegiatan dengan baik
b.      Kegiatan mengukur panjang buku dengan korek api manunjukkan rata-rata anak sudah mampu sehingga tidak perlu di ulang kembali
c.         Kegiatan meniru lambang bilangan 1-8 masih perlu di ulang kembali untuk mencapai hasil maksimal.
Hasil Penilaiaan Kemampuan Anak
Dari hasil penilaiian kemampuan berhitung anak melalui metode karyawisata pada siklus I secara kelompok besar dengan tema air, udara, dan api. Sub tema air Kelompok B di TK Aisyiyah Bustanul Athfal III adalah sebagai berikut :
No
Nama Anak
L/P
SIKLUS I
Pertemuan I
Pertemuan II
Pertemuan III
Pertemuan IV
Pertemuan V
1
Azzahra
P















2
Bima
L















3
Fasha
L















4
Laila
P















5
Lara
P















6
M. Abi
L















7
Reza
L















8
Rumiyati
P















9
Sabela
P















10
Siska
P















11
Tedy
L















12
Tiasya
P















13
Vika
P















14
Vinda
P















15
Yuli
P
















Keterangan Symbol Penilaiaan :
o        :     Kurang
Ö        :     Sedang
·         :     Baik
Dari Siklus I diatas dapat di lihat tingkat kemampuan dari 15 anak pada pertemuan I terdapat 10 anak mendapat nilai kurang, 4 anak mendapat nilai sedang dan 1 anak mendapat nilai baik. Pada perteman II terdapat 10 anak mendapat nilai kurang, 4  anak mendapat nilai sedang dan 1 anak mendapat nilai baik. Pertemuan III terdapat 9 anak mendapat nilai kurang, 5 anak mendapat nilai sedang, dan 1 anak mendapat nilai baik. Pada pertemuan IV terdapat 7 anak mendapat nilai kurang, 7 anak mendapat nilai sedang dan 1 anak mendapat nilai baik. Pertemuan V terdapat 6 anak mendapat nilai kurang, 8 anak mendapat nilai sedang dan 1 anak mendapat nilai baik.
Hasil Penilaiaan Kemampuan Anak
Dari hasil penilaian kemampuan berhitung anak melalui metode karyawisata pada siklus II secara kelompok kecil dengan tema air, udara, dan api. sub tema air Kelompok B di TK Aisyiyah Bustanul Athfal III adalah sebagai berikut :
No
Nama Anak
L/P
SIKLUS II
Pertemuan I
Pertemuan II
Pertemuan III
Pertemuan IV
Pertemuan V
1
Azzahra
P















2
Bima
L















3
Fasha
L















4
Laila
P















5
Lara
P















6
M. Abi
L















7
Reza
L















8
Rumiyati
P















9
Sabela
P















10
Siska
P















11
Tedy
L















12
Tiasya
P















13
Vika
P















14
Vinda
P















15
Yuli
P
















Keterangan Simbol Penilaiaan :
o        :     Kurang
Ö        :     Sedang
·         :     Baik

Dari Siklus II diatas dapat di lihat tingkat kemampuan dari 15 anak pada pertemuan I terdapat 5 anak mendapat nilai sedang dan 10 anak mendapat nilai baik. Pada perteman II terdapat 4 anak mendapat nilai sedang dan 11 anak mendapat nilai baik. Pertemuan III terdapat 2 anak mendapat nilai sedang, dan 13 anak mendapat nilai baik. Pada pertemuan IV terdapat 2 anak mendapat nilai sedang dan 13 anak mendapat nilai baik. Pertemuan V terdapat 1 anak mendapat nilai sedang dan 14 anak mendapat nilai baik.

B.      Pembahasan Tiap Siklus
1.       Siklus I
Dari hasil penelitian kemampuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif khususnya berhitung anak kelompok B Melalui metode karyawisata di TK Aisyiyah Bustanul Athfal III dapat di peroleh data tingkat kemampuan diambil dari 15 anak.
Pada siklus I pada pertemuan I terdapat 10 anak mendapat nilai kurang, 4 anak mendapat nilai sedang dan 1 anak mendapat nilai baik. Pada perteman II terdapat 10 anak mendapat nilai kurang, 4  anak mendapat nilai sedang dan 1 anak mendapat nilai baik. Pertemuan III terdapat 9 anak mendapat nilai kurang, 5 anak mendapat nilai sedang, dan 1 anak mendapat nilai baik. Pada pertemuan IV terdapat 7 anak mendapat nilai kurang, 7 anak mendapat nilai sedang dan 1 anak mendapat nilai baik. Pertemuan V terdapat 6 anak mendapat nilai kurang, 8 anak mendapat nilai sedang dan 1 anak mendapat nilai baik. Dengan demikian kegiatan pembelajaran harus dilakukan perbaikan pada siklus II

2.       Siklus II
Dari hasil penelitian kemampuan diambil dari 15 anak pada siklus II pertemuan I terdapat 5 anak mendapat nilai sedang dan 10 anak mendapat nilai baik. Pada perteman II terdapat 4 anak mendapat nilai sedang dan 11 anak mendapat nilai baik. Pertemuan III terdapat 2 anak mendapat nilai sedang, dan 13 anak mendapat nilai baik. Pada pertemuan IV terdapat 2 anak mendapat nilai sedang dan 13 anak mendapat nilai baik. Pertemuan V terdapat 1 anak mendapat nilai sedang dan 14 anak mendapat nilai baik.
Perbaikan yang terjadi Karena adanya usaha dari guru dalam menyampaikan ataupun penggunaan metode yang tepat. Penerapan dan penanaman motivasi dan pemberian rangsangan pada anak harus dilakukan oleh guru agar tercapai tujuan pembelajaran secara maksimal.
Motivasi anak sangat berhubungan dengan hasil belajar yang akan diperoleh, adanya motivasi dari dalam diri anak itu sendiri akan memicu semua syafar-syaraf atau sikap-sikap perkembangan otak berjalan atau beraksi dan berkembang optimal. Tinggi motivasi anak maka akan tinggi juga hasil belajar yang diperoleh.

Anak akan mengikuti semua kegiatan pembelajaran dengan motivasi tinggi apabila dalam dirinya ada rasa senang, gembira, tidak merasa di paksa oleh siapapun. Rasa senang atau gembira adalah reaksi emosi yang di timbulkan bila anak mendapatkan apa yang di inginkan, kondisi yang sesuai dengan harapanya ( Nugraha, dkk.2008:2.11).

Popular Posts

Pages

Blog Archive

Visitor